Dad. Ato aku biasa panggil Bapak, adalah satu-satunya laki-laki yang kuhormati, kusayangi, kubanggakan, dan kuandalkan. Dulu waktu aku kecil, hampir setiap pertanyaan yang kuajukan padanya selalu terjawab. Aku senang sekali saat bersama dengannya. Sampai aku dengar berita menyakitkan tentangnya.
Awalnya tentang bapak yg ninggalin ibu di rumah sementara ia di jakarta mencari nafkah. Tapi berbulan-bulan kepergiannya, tak sepeserpun ibu dpt kiriman. Bapak dah nelantarin ibu. Itu poin pertama.
Trus setelah pulang bapak ngajuin dana ke Bank meminta tanda tangan ibu, tapi saat dah cair ibu ga dibagi. Cuma untuk bulanan mungkin. Tapi dana itu lebih kalo untuk ngasih makan 10 orang tiap hari selama 2 bulan. Itu bukan jumlah yang sedikit. Itu poin kedua.
Then soal sekolah adek2. Bertaun-taun mereka nimba ilmu, bapak cuma ngasih uang jajan (makan) tiap mereka minta tanpa mikirin SPP mereka. Padahal bapak sering dpt rizqi yg kurasa cukup untuk bayar SPP 2 anak sekolah.
Dan yang keempat,yang bikin aku dan sodara2ku mendidih, bapak punya utang 10 juta sama tetangga dan udah jatuh tempo. Motor bapak diambil sebagai jaminan sampai bapak ngelunasin utangnya. Padahal itu motor harganya 16 juta. Belum lunas cicilannya pula. So,,,Itu duit pada kemana? Buat apa sampe utang segala? Sekolah juga blm kebayar.
Mau ga mau itu menimbulkan kecurigaan kita ke bapak. Dan akhirnya kita dptn bukti ttg satu hal. Bapak punya istri selain ibu. bahkan menurut kurir yg dikirim Kakak untuk memata-matai bapak, perempuan itu dah punya anak usia pasca TK. Anak bapak selain dari ibu kita.
Dengan fakta itu, maka terjawablah semua. Kemana uang2 itu pergi dan untuk apa bapak sampe utang.
Kenyataan itu membuat anak2 ibu geram termasuk aku. Kecewa sekali rasanya menghadapi kenyataan bahwa bapakku juga sama brengseknya dengan para lelaki di luar sana. Terlebih aku pernah membanggakannya. Dan setelah salah satu kakakku bilang dia hampir jadi korban kebrengsekan bapakku, akupun semakin membencinya. Rasanya ingin mencacahnya jadi banyak bagian.
Tapi gara-gara itu aku jadi tau satu hal, yang pernah aku lakukan bukan karna salahku sendiri, tapi juga darah brengsek yang diwariskan bapakku.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar