Alkisah pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja.
Suatu hari sang raja sedang pergi berburu bersama perdana menterinya. Dalam perburuannya itu sang raja bertemu dengan binatang buas. Tapi naas, kaki sang raja diterkam binatang buas tersebut. Dalam kondisi demikian sang raja menjadi emosi dan memerintahkan prajuritnya untuk membunuh binatang buas itu. Sang rajapun marah-marah kepada perdana menterinya. Namun si perdana menteri tidak ikut emosi dan mengatakan
"semua datangnya dari Allah, insya Allah baik" sambil tersenyum.
Mendengar jawaban perdana menterinya itu sang raja menjadi murka. Ia merasa perdana menterinya malah mengejeknya yg kini cacat seumur hidup karna kehilangan sebelah kakinya. Saking murkanya sampai sang raja memerintahkan agar perdana menterinya itu dipenjara. Tapi yg membuat raja semakin jengkel, perdana menterinya tidak menentang keputusan sang raja dan kembali mengatakan hal serupa.
"sumua datangnya dari Allah, insya Allah baik"
Beberapa waktu kemudian, kerajaan yg dipimpin sang raja kedatangan Raksasa jahat yg suka memangsa manusia. Namun ia hanya memangsa manusia yg sehat dan sempurna fisiknya. Ia mengancam akan menghancurkan seluruh kerajaan jika tidak diantarkan makanannya.
Sang rajapun bingung. Dia tidak ingin mengorbankan rakyatnya untuk memberi makan raksasa itu. Akhirnya sang raja menyuruh rakyatnya untuk mengungsi. sang raja pikir tak apalah seandainya terpaksa dirinya yg jadi korban dimangsa raksasa itu.
Di hari yg ditentukan, raksasa menunggu tumbal yg akan diberikan sang raja itu. Namun setelah ditunggu seharian tak ada seorangpun yg datang mengantarkan makanannya. Raksasapun menjadi murka. Ia segera mendatangi istana sang raja.
Sesampai di istana si raksasa kaget. Ia tidak menemukan seorangpun yg bisa dimangsanya. Dan akhirnya dia menemukan sang raja tengah duduk di singgasananya.
Raksaspun berkata kepada sang raja
"wahai pemimpin negri ini, bukankah kamu telah berjanji akan memberiku beberapa dari rakyatmu untuk menjadi santapanku? Kenapa kau ingkari janjimu?"
"wahai raksasa, sebenarnya aku ingin memenuhi janjiku, namun tidakkah kau lihat dalam perjalananmu kemari tadi, negriku kini tak berpenduduk lagi. Rakyatku telah meninggalkanku pergi ke negri seberang. Jika kau ingin marah, marahlah. Tapi aku yakin itu tidak akan membuatmu kenyang. Namun jika kau ingin kenyang, makanlah aku karna hanya aku yg tersisa disini" jawab sang raja.
Mendengar kata-kata sang raja, raksasapun akhirnya meyetujui usul sang raja untuk memakannya. Dan iapun berkata
"kemarilah kau, aku akan segera memakanmu"
Sang raja yg telah pasrah hanya bisa berdoa dan mulai berdiri pelan menghampiri raksasa. Sang raja berjalan terpincang-pincang menghampiri raksasa itu. Saat itulah raksasa menyadarinya dan berseru
"HEY! KAU PINCANG! KAU TAU AKU HANYA MAKAN MANUSIA DENGAN FISIK SEMPURNA HAH! AKU JIJIK MELIHATMU! KAU MEMBUAT NAFSU MAKANKU HILANG TAU! PANTAS SAJA RAKYATMU MENINGGALKANMU. MEREKA PASTI MALU PUNYA RAJA SEPERTIMU. AKU TAK INGIN MELIHATMU!" katanya sambil berlalu.
Sang raja yg merasa telah selamat dr ancaman burukpun segera bersujud dan menangis. Ia bersyukur kakinya pincang. Dan tiba-tiba ia teringat pada perdana menterinya yg dulu ia penjarakan hingga kini. Maka ia segera pergi ke penjara menemui perdana menterinya yg bijak itu.
Ia menceritakan pengalamannya bertemu raksasa itu. Dan ia bersyukur kakinya pincang. Iapun minta maaf pada perdana menterinya sambil menangis. Perdana menterinya akhirnya berkata
"Yang mulia, percayakah anda bahwa segala yg terjadi dalam hidup kita itu sudah ada yg mengatur? Segala sesuatunya adalah kuasaNya, datang dariNya. Insya Allah baik. Dan saya meyakini pasti baik.
Kaki anda dimakan binatang buas, hikmahnya adalah anda terhindar dari dimakan raksasa jahat. Begitu juga dipenjarakannya saya disini, jika dulu yang mulia tidak memenjarakan saya, tentunya sayalah yg menjadi santapannya bukan?" Katanya sambil tersenyum.
Suatu hari sang raja sedang pergi berburu bersama perdana menterinya. Dalam perburuannya itu sang raja bertemu dengan binatang buas. Tapi naas, kaki sang raja diterkam binatang buas tersebut. Dalam kondisi demikian sang raja menjadi emosi dan memerintahkan prajuritnya untuk membunuh binatang buas itu. Sang rajapun marah-marah kepada perdana menterinya. Namun si perdana menteri tidak ikut emosi dan mengatakan
"semua datangnya dari Allah, insya Allah baik" sambil tersenyum.
Mendengar jawaban perdana menterinya itu sang raja menjadi murka. Ia merasa perdana menterinya malah mengejeknya yg kini cacat seumur hidup karna kehilangan sebelah kakinya. Saking murkanya sampai sang raja memerintahkan agar perdana menterinya itu dipenjara. Tapi yg membuat raja semakin jengkel, perdana menterinya tidak menentang keputusan sang raja dan kembali mengatakan hal serupa.
"sumua datangnya dari Allah, insya Allah baik"
Beberapa waktu kemudian, kerajaan yg dipimpin sang raja kedatangan Raksasa jahat yg suka memangsa manusia. Namun ia hanya memangsa manusia yg sehat dan sempurna fisiknya. Ia mengancam akan menghancurkan seluruh kerajaan jika tidak diantarkan makanannya.
Sang rajapun bingung. Dia tidak ingin mengorbankan rakyatnya untuk memberi makan raksasa itu. Akhirnya sang raja menyuruh rakyatnya untuk mengungsi. sang raja pikir tak apalah seandainya terpaksa dirinya yg jadi korban dimangsa raksasa itu.
Di hari yg ditentukan, raksasa menunggu tumbal yg akan diberikan sang raja itu. Namun setelah ditunggu seharian tak ada seorangpun yg datang mengantarkan makanannya. Raksasapun menjadi murka. Ia segera mendatangi istana sang raja.
Sesampai di istana si raksasa kaget. Ia tidak menemukan seorangpun yg bisa dimangsanya. Dan akhirnya dia menemukan sang raja tengah duduk di singgasananya.
Raksaspun berkata kepada sang raja
"wahai pemimpin negri ini, bukankah kamu telah berjanji akan memberiku beberapa dari rakyatmu untuk menjadi santapanku? Kenapa kau ingkari janjimu?"
"wahai raksasa, sebenarnya aku ingin memenuhi janjiku, namun tidakkah kau lihat dalam perjalananmu kemari tadi, negriku kini tak berpenduduk lagi. Rakyatku telah meninggalkanku pergi ke negri seberang. Jika kau ingin marah, marahlah. Tapi aku yakin itu tidak akan membuatmu kenyang. Namun jika kau ingin kenyang, makanlah aku karna hanya aku yg tersisa disini" jawab sang raja.
Mendengar kata-kata sang raja, raksasapun akhirnya meyetujui usul sang raja untuk memakannya. Dan iapun berkata
"kemarilah kau, aku akan segera memakanmu"
Sang raja yg telah pasrah hanya bisa berdoa dan mulai berdiri pelan menghampiri raksasa. Sang raja berjalan terpincang-pincang menghampiri raksasa itu. Saat itulah raksasa menyadarinya dan berseru
"HEY! KAU PINCANG! KAU TAU AKU HANYA MAKAN MANUSIA DENGAN FISIK SEMPURNA HAH! AKU JIJIK MELIHATMU! KAU MEMBUAT NAFSU MAKANKU HILANG TAU! PANTAS SAJA RAKYATMU MENINGGALKANMU. MEREKA PASTI MALU PUNYA RAJA SEPERTIMU. AKU TAK INGIN MELIHATMU!" katanya sambil berlalu.
Sang raja yg merasa telah selamat dr ancaman burukpun segera bersujud dan menangis. Ia bersyukur kakinya pincang. Dan tiba-tiba ia teringat pada perdana menterinya yg dulu ia penjarakan hingga kini. Maka ia segera pergi ke penjara menemui perdana menterinya yg bijak itu.
Ia menceritakan pengalamannya bertemu raksasa itu. Dan ia bersyukur kakinya pincang. Iapun minta maaf pada perdana menterinya sambil menangis. Perdana menterinya akhirnya berkata
"Yang mulia, percayakah anda bahwa segala yg terjadi dalam hidup kita itu sudah ada yg mengatur? Segala sesuatunya adalah kuasaNya, datang dariNya. Insya Allah baik. Dan saya meyakini pasti baik.
Kaki anda dimakan binatang buas, hikmahnya adalah anda terhindar dari dimakan raksasa jahat. Begitu juga dipenjarakannya saya disini, jika dulu yang mulia tidak memenjarakan saya, tentunya sayalah yg menjadi santapannya bukan?" Katanya sambil tersenyum.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar